Ads (728x90)

z

Minggu, 21 Julai 2013

Mazmur 107:33-43
Judul: Mengubah demi kebaikan
 Ingat nyanyian Hana (1Sam 2:1-10) atau nyanyian Maria (Luk 1:46-55)? Dalam kedua nyanyian tersebut, kedua wanita ini mengungkapkan kebaikan Tuhan yang telah mengangkat mereka masing-masing dari keadaan terhina, menurut pandangan manusia, menjadi terhormat bahkan mulia. Kedua wanita itu juga mengungkapkan keadilan Allah dengan membalikkan keberuntungan orang jahat atau fasik menjadi petaka. Tekanan utama dari syukur dan sembah mereka ialah agar keadilan Allah ditegakkan.
Mazmur syukur yang menjadi nas hari ini ditutup dengan pengungkapan karya Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang adil. Bagian ini bisa dibagi menjadi tiga bagian yang berpasangan (33-38, 39-41, 42) dan penutup yang merupakan nasihat hikmat (43).
Bagi mereka yang hidupnya jauh dari Tuhan dan melakukan kejahatan, Tuhan bisa menjauhkan mereka dari berkat-berkat-Nya (33-34). Sebaliknya, mereka yang hidup menderita dalam kemiskinan karena perbuatan jahat orang lain, akan diberkati dengan limpah (35-38).
Ayat 39-41 kalau dibaca dengan urutan 40-39-41, maknanya lebih mudah dipahami, yaitu orang yang terkemuka akan dihina dan direndahkan, sebaliknya orang miskin dilindungi bahkan dijadikan melimpah. Sedangkan ayat 42 mengontraskan orang benar yang melihat keadilan ditegakkan dengan penuh sukacita, sebaliknya orang yang jahat akan terbungkam olehnya.
Mengucap syukur kepada Tuhan seharusnya bukan suatu pilihan, tetapi lahir dari pengalaman iman dan pengenalan yang benar akan Tuhan. Namun, dunia sudah begitu rusak dan terdistorsi sehingga sulit melihat keadilan Tuhan ditegakkan. Hanya dengan kesediaan belajar hikmat (43) dari firman-Nya dan mengakui kemurahan-Nya kita bisa tetap mengucap syukur.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/07/21/

Post a Comment